Laundry ramai tapi untung tipis? Mulai dari modal per kilo.

Banyak laundry menentukan harga dengan melihat laundry sebelah. Cucian datang terus, mesin tidak berhenti, tapi di akhir bulan uangnya tidak sebanyak yang terasa. Biasanya penyebabnya satu: tidak ada yang tahu berapa modal untuk mencuci satu kilo.

Diperbarui · Cuciin

Kenapa laundry yang ramai bisa rugi

Ramai mengukur jumlah cucian, bukan untung. Kalau harga per kilo hanya sedikit di atas modal, atau malah di bawahnya, setiap kilo tambahan juga menambah kerja tanpa menambah uang.

Ada tiga hal yang paling sering membuat untung bocor tanpa terasa:

  • Harga ikut laundry lain, padahal sewa, gaji, dan mesinnya berbeda.
  • Biaya bulanan seperti sewa dan gaji tidak ikut dihitung ke harga per kilo.
  • Diskon dan promo diberikan tanpa dihitung, sehingga untungnya habis untuk membayar promo itu sendiri.

Dua jenis biaya yang perlu dipisahkan

Modal laundry terdiri dari dua kelompok. Pisahkan dulu, karena cara menghitungnya berbeda.

  • Biaya per kilo: deterjen, pewangi, pelembut, plastik, air, listrik mesin cuci dan pengering, gas atau listrik setrika. Naik turun mengikuti jumlah cucian.
  • Biaya bulanan: sewa tempat, gaji staf, cicilan atau penyusutan mesin, internet, dan biaya tetap lain. Tetap dibayar walaupun bulan itu sepi.

Rumusnya

Modal per kilo sama dengan biaya per kilo ditambah biaya bulanan dibagi jumlah kilo dalam sebulan.

Untuk biaya per kilo, cara paling mudah adalah mencatat belanja bahan selama satu bulan lalu membaginya dengan jumlah kilo bulan itu. Untuk listrik dan air, pakai tagihan bulanan lalu bagi dengan jumlah kilo juga.

Contoh hitungan

Biaya per kilo (bahan, air, listrik)
Rp1.800
Biaya bulanan (sewa, gaji, mesin)
Rp6.000.000
Cucian sebulan
2.000 kg
Bagian biaya bulanan per kilo
Rp3.000
Modal per kilo
Rp4.800
Harga jual per kilo
Rp7.000
Untung per kilo
Rp2.200
Angka contoh, bukan angka laundry tertentu. Masukkan angka laundry Anda sendiri.

Yang terjadi saat diskon dan saat sepi

Dari contoh di atas, diskon 30% membuat harga turun dari Rp7.000 menjadi Rp4.900. Modalnya tetap Rp4.800, jadi untungnya tinggal Rp100 per kilo. Promo seperti ini terasa ramai, tapi hampir tidak menghasilkan apa apa.

Bulan sepi juga mengubah modal. Kalau cucian turun dari 2.000 kg menjadi 1.500 kg, bagian biaya bulanan per kilo naik dari Rp3.000 menjadi Rp4.000. Modal per kilo menjadi Rp5.800 dan untungnya turun ke Rp1.200, padahal harga tidak berubah.

Karena itu modal per kilo perlu dihitung ulang setiap bulan, bukan sekali saja.

Setelah tahu angkanya

Modal per kilo dipakai untuk tiga keputusan:

  • Harga setiap layanan. Kiloan, express, dan satuan punya modal yang berbeda, jadi cek satu per satu.
  • Batas promo. Tentukan diskon paling besar yang masih menyisakan untung, sebelum promonya diumumkan.
  • Minimal order. Cucian 1 kg tetap memakai satu putaran mesin, jadi minimal 2 atau 3 kg sering lebih masuk akal.

Di Cuciin

Yang dikerjakan aplikasinya untuk Anda

Di Cuciin, pemilik mengisi biaya bahan, listrik, sewa, dan gaji sekali. Modal per kilo dihitung dari situ dan dari cucian yang benar benar tercatat di kasir. Harga yang di bawah modal diberi tanda, dan setiap voucher diperiksa terhadap modal sebelum dipakai.

Jadwalkan demo

Pertanyaan yang sering muncul

Apa bedanya HPP dan modal per kilo?

Di laundry keduanya biasanya berarti hal yang sama: semua biaya untuk mencuci satu kilo, termasuk bagian dari sewa dan gaji. Istilah HPP berasal dari pembukuan, modal per kilo lebih mudah dipakai sehari hari.

Gaji pemilik ikut dihitung?

Sebaiknya ikut. Kalau pemilik ikut bekerja di laundry, masukkan gaji yang wajar untuk pekerjaan itu. Kalau tidak, untungnya terlihat lebih besar dari kenyataannya.

Seberapa sering perlu dihitung ulang?

Setiap bulan, atau setiap kali harga bahan, sewa, atau jumlah staf berubah.

Panduan lainnya

Baca juga

Lihat sendiri dalam demo 30 menit, dengan data laundry contoh.